^.^

Moshi Moshi.. thanks for checking my blog.. so please your comment in my blog..

Wednesday, December 22, 2010

Hari Raya Dong Zhi

HARI Tangcik/Dongzhi adalah hari saat matahari tepat di atas garis balik 23,5 derajat Lintang Selatan, yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember atau 21 Desember pada saat tahun kabisat. Pada saat itu di belahan bumi utara mempunyai siang hari paling pendek dan malam hari paling panjang. Pada daerah-daerah utara khatulistiwa yang mempunyai iklim subtropis dan dingin, tibalah saat musim dingin.


Sembahyang Dongzhi disebut juga sembahyang Zheng, atau sembahyang Syukur dan Yakin kepada Tuhan Yang Maha Esa yang bermaknakan rasa syukur dan yakin atas rahmat-Nya. Sembahyang ini merupakan salah satu dari empat sembahyang besar kepada Tian (Yue, Ci, Zheng, Chang deperti tertulis dalam sanjak Tian Bao).

Persembahyangan Tangcik/ Dongzhi sudah dilakukan sebelum jaman dinasti He/ Xia (2205 -1766 SM), kemudian pada Jaman Dinasti Siang/ Shang (1766 - 1122 SM) diselenggarakan sebagai Sembahyang Besar Lima Tahun sekali dan dipimpin langsung oleh Kaisar (yang bestatus sebagai Thian Cu/ Tian Zi/ Putra Tuhan) yang disebut sembahyang Tee/ Di.

Pada jaman dinasti Ciu/ Zhou (1122 – 155 SM), saat Dongzhi ini ditentukan sebagai permulaan tahun baharu karena pada hari itu adalah merupakan titik tolak matahari bergerak dari selatan ke arah utara. Hari-hari selanjutnya letak matahari mulai balik kearah utara, siang hari kian panjang dan malam hari kian pendek, sekalipun saat ini udara makin bertambah dingin sampai tiba musim semi, yaitu saat matahari melewati garis khatulistiwa.

Pada masa, rajamuda-rajamuda mengadakan upacara sembahyang besar yang dinamai Kau/Jiau, yang dilakukan di hadapan sebuah altar yang dibangun di alun-alun sebelah selatan untuk mengucapkan puji syukur kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa. istilah Tee/ Di ini diperluas/digunakan sebagai sebutan untuk semua acara Sembahyang Besar yang diselenggarakan pada keempat musim sepanjang tahun.

Biarpun pada masa berdirinya dinasti Han (206 SM– 220 M), dimana sistim penanggalan diubah menjadi Khongcu Lik atau He Lik/Xia Li atau Yin Li, yang hari tahun baharunya ditentukan kira-kira satu– dua bulan setelah Dongzhi, namun Raja-raja tetap melakukan sembahyang besar kepada Tian disaat Dongzhi.

Rakyat jelatapun melakukan sembahyang kepada Tian dan leluhurnya, dengan sajian utama ialah ronde yang berbentuk bulat, dibuat dari tepung ketan dan diberi warna merah dan putih yang melambangkan sifat Yin dan Yang, dan diberi kuah jahe manis. Disajikan tiga mangkok ronde, tiap mangkok diisi 12 ronde merah dan putih dan diberi sebuah ronde merah besar yang melambangkan berkat yang diterima sepanjang tahun. Sembahyang Dongzhi ini dilakukan pada saat dini hari jam 03.00 s/d 05.00 di rumah masing-masing untuk sembahyang kepada leluhur dan di lithang. Sebagai sajian khusus sembahyang Dongzhi ditambahkan 3 mangkok ronde selain sajian seperti biasanya. Masing-masing isinya 12 ronde kecil warna merah dan putih dan satu ronde besar warna merah.

Bagi umat Khonghucu, hari Dongzhi mempunyai makna suci khusus, disebut hari Bok Tok/Mu Duo atau hari Genta Rohani. Saat itu Nabi Kongzi berusia 56 Tahun, beliau memutuskan meninggalkan Negeri Lu. tanah tumpah darah yang dicintainya, meninggalkan kedudukan yang mulia, meninggalkan segala yang dimilikinya, karena rajamuda Lu sudah ingkar dari jalan suci. Dan mulai mengembara dari satu negeri ke lain negeri selama kira-kira 13 tahun untuk menebarkan agama Khonghucu. Beliau meninggalkan negeri Lu, untuk menjadi Mu Duo atau Genta Rohani yang memberikan Firman Tuhan bagi hidup insani. Nabi Kongzi bukan pembawa Mu Duo Raja, tetapi Mu Duo Tuhan yang Maha Esa bagi segenap manusia.

Dalam pengembaraannya ketika Nabi melewati tapal batas negeri Yi, penjaga tapal batas negeri Yi yang ternyata adalah seorang suci dan bijaksana yang menyembunyikan diri, ingin bertemu dengan Nabi dan berkata; “Setiap ada seorang Junzi yang lewat disini, aku tidak pernah tidak menemuinya.” Oleh para murid ia disilakan menemui Nabi. Setelah keluar ia berkata: “Saudara-saudaraku, mengapa kalian nampak bermuram durja karena kehilangan kedudukan? Sudah lama dunia ingkar dari Jalan Suci, kini Tian menjadikan Guru selaku Mu Duo.” Lun Yu III : 24.

Pada saat sembahyang Dongzhi ini umat Khonghucu memperingati tiga peristiwa penting yaitu sembahyang Dongzhi itu sendiri, juga untuk memperingati Hari Genta Rohani/Mu Duo yang mengingatkan saat Nabi Kongzi memulai pengembaraanNya untuk menyebarkan Agama Khonghucu disamping itu juga memperingati hari Wafat Rasul Bingcu/ Mengzi.

Oleh Makin Pak Kik Bio

Sumber : Pontianak Pos

Tuesday, December 14, 2010

Endless Love "The Myth"

Jie kai wo zui shen mi de deng dai
Xing xing zhui luo feng zai chui dong
Zhong yu zai jiang ni yong ru huai zhong
Liang ke xin chan dou
Xiang xin wo bu bian de zhen xin
Quan nian deng dai you wo cheng nuo
Wu lun jing guo duo shao de han dong
Wo jue bu fang shuo
iye nae sonul japgo nunulkamayo
uri saranghetton nalto sengkaghepayo
uri nomu sarangheso
apossonneyo
soro saranghandan malto mottansondayo
Mei yi ye bei xing tong chuan yue
Si nian yong mei you zhong dian
Zao xi guang le gu du xiang sui
Wo wei xiao mian dui
Xiang xin wo ni xuan ze deng dai
Zai duo ku tong ye bu shan duo
Zhi you ni de wen rou neng jie jiu
Wu bian de leng mo

Hisae nayeso nechago nunei kamayou
Nuri saram haeto nago same kaemayao
Nuri normu saram haeso happa saneyou
Sorou saram hadam mago moteso neyou
Rang ai cheng wei ni wo xin zhong
Nei yong yuan sheng kai de hua
Chuan yue shi kong jue bu di tou yong bu fang qi de meng
Nuri normu saram haeso happa saneyou
Sorou saram hadam mago moteso neyou
Rang ai cheng wei ni wo xin zhong
Nei yong yuan sheng kai de hua
Nuri sojoh haeto yaso yijito manayou
Wei you zhen ai zhui sui ni wo
Chuan yue wu jin shi kong
Sorou saram hadam mago moteso neyou
Ai shi xin zhong wei yi bu bian mei li de shen hua

Monday, December 13, 2010

This I promise You

The visions around you
Bring tears to your eyes
And all that surrounds you
are secrets and lies

i'll be your strength, i'll give you hope
Keepin' your faith when it's cold
The one you should call
Standing here all alone

And i will take you in my arms
and hold you right where you belong
Till the day my life is through
This i promise you , this i promise you

I've loved you forever
In lifetimes before
And I promised you never
Would you hurt anymore

i give you my word, i give you my heart
This is a battle we've won
And with this vow
Forever has now begun

Just close your eyes
Each loving day
And know this feeling won't go away
Till the day my life is through 
This i promise you, this i promise you

Over and over I fall
When I hear you call
Without you in my life baby
I just wouldn't be living at all...



Monday, December 6, 2010

Belajar dari "Gajah"

Ketika teman saya sedang melewati gajah, ia tiba-tiba berhenti, bingung dengan makhluk-makhluk besar yang diikat oleh tali kecil pada kaki depan mereka. Gajah tidak dirantai dan juga tidak di kandang. udah jelas gajah bisa melepaskan diri kapan saja dari tali yang mengikat gajah tesebut. Teman saya bertanya kepelatih yang ada didekatnya, kenapa hewan-hewan besar (gajah) itu tidak berusaha melarikan diri, padahal itu adalah sangat mudah untuk gajah lakukan.
 
"Yah," kata pelatih gajah, " ketika gajah-gajah itu masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami mengikat gajah tersebut mengggunakan tali ukuran kecil yang pada usia saat itu cukup  untuk menahan gajah tersebut. ketika gajah-gajah itu tumbuh, gajah itu dikondisikan untuk percaya bahwa gajah tersebut tidak dapat melepaskan diri dari ikatan tersebut.  Gajah itu percaya bahwa tali yang kecil itu masih bisa menahan mereka, sehingga gajah-gajah tersebut tidak pernah mencoba membebaskan diri.
 
Teman saya kagum. Gajah ini dapat setiap saat melepaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka berdiam diri. gajah tersebut terjebak dengan apa yang mereka percayai. 
 
Sahabat, seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani hidup tergantung pada keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kita telah tumbuh lebih dewasa, paling tidak telah bertambah usia dan pengalaman hidup. Jadi mari kita coba ulangi apa yang kita takut karenanya, bukan untuk gagal lagi, tetapi untuk menutup ketakutan dengan keberhasilan. 
 
Gagal meyakinkan diri untuk mencoba lagi, adalah kegagalan yang sesungguhnya
 
Sahabat mungkin pernah gagal dalam berjuang, tetapi tidak ada kata gagal dalam perjuangan.. Mari kita coba sama-sama sahabat..