^.^

Moshi Moshi.. thanks for checking my blog.. so please your comment in my blog..

Wednesday, October 6, 2010

© Keep Smile!! ©


Ada seorang pengamen anak perempuan, naik ke bis patas AC, setelah bis jalan memasuki tol ia mulai membagikan sebuah kertas yag dilipat dua, yang di pinggir kanan kirinya di lem isolatip, jadi lah kantong kertas yang bisa di isi uang, jreeng jreengg,, yang di depannya ada tuliskan gini:


"Bapak-bapak Ibu ibu sebelumnya maaf kalau kehadiran saya mengganggu, kami meminta bantuan bapak2 dan ibu untuk keperluan kami sekolah dan kebutuhan sehari-hari kami, terima kasih."


Tugas membagi bagi kan kantong kertas ke semua penumpang di bis, mulai lah anak perempuan itu mengeluarkan suaranya dengan menyanyi, yang bisa di bilang suaranya itu "cempreng".


Daaann,, di bis itu pun, ada anak laki-laki kita sebut "si C" dengan rambutnya yang menuhin muka,,  (gaya gaya kangen band),, uummm,, kayaknya sich, di liat dari style nya dia anak kuliahan,, naahh si C ini tidur,, 


Si pengamen ini nyanyi ceritanya sekarang udah sampe Reff dan semakin melengking tuh suaranya,, akhirnya si C ini terbangunlah dari tidur nyenyak nya di siang hari dalam bis patas AC yang bikin ngantuk sich memang,, 


Sambil ngucek ngucek matanya si C ngeliatin dari mana sich asal suara yang menganggu tidur nyenyaknya itu, akhirnya si C nengok ke belakang,, dia liat ,, ternyata ada pengamen,, si C ini liat lagi liat lagi ke si pengamen yang masing nyanyi dengan suaranya tadi,, si c ini ngerasa ke ganggu sama suara melengkingnya anak yang mengamen itu,, dari mukanya bisa di liad dia BETE,, 


Dari kasus ini yang bisa di tangkep siih,, yaahh,, klo mau tidur di rumah lah,, dan Jangan membesarkan Emosi di dalam diri , tapi Hadapi semuanya dengan Senyuman,, Keep Smile !! :-)


Created by: Moshi~Moshi

Saturday, October 2, 2010

Carrot, Egg and Coffee Story

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
 Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

 Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”


“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

Source by : Click here