HARI Tangcik/Dongzhi adalah hari saat matahari tepat di atas garis balik 23,5 derajat Lintang Selatan, yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember atau 21 Desember pada saat tahun kabisat. Pada saat itu di belahan bumi utara mempunyai siang hari paling pendek dan malam hari paling panjang. Pada daerah-daerah utara khatulistiwa yang mempunyai iklim subtropis dan dingin, tibalah saat musim dingin.
Sembahyang Dongzhi disebut juga sembahyang Zheng, atau sembahyang Syukur dan Yakin kepada Tuhan Yang Maha Esa yang bermaknakan rasa syukur dan yakin atas rahmat-Nya. Sembahyang ini merupakan salah satu dari empat sembahyang besar kepada Tian (Yue, Ci, Zheng, Chang deperti tertulis dalam sanjak Tian Bao).
Persembahyangan Tangcik/ Dongzhi sudah dilakukan sebelum jaman dinasti He/ Xia (2205 -1766 SM), kemudian pada Jaman Dinasti Siang/ Shang (1766 - 1122 SM) diselenggarakan sebagai Sembahyang Besar Lima Tahun sekali dan dipimpin langsung oleh Kaisar (yang bestatus sebagai Thian Cu/ Tian Zi/ Putra Tuhan) yang disebut sembahyang Tee/ Di.
Pada jaman dinasti Ciu/ Zhou (1122 – 155 SM), saat Dongzhi ini ditentukan sebagai permulaan tahun baharu karena pada hari itu adalah merupakan titik tolak matahari bergerak dari selatan ke arah utara. Hari-hari selanjutnya letak matahari mulai balik kearah utara, siang hari kian panjang dan malam hari kian pendek, sekalipun saat ini udara makin bertambah dingin sampai tiba musim semi, yaitu saat matahari melewati garis khatulistiwa.
Pada masa, rajamuda-rajamuda mengadakan upacara sembahyang besar yang dinamai Kau/Jiau, yang dilakukan di hadapan sebuah altar yang dibangun di alun-alun sebelah selatan untuk mengucapkan puji syukur kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa. istilah Tee/ Di ini diperluas/digunakan sebagai sebutan untuk semua acara Sembahyang Besar yang diselenggarakan pada keempat musim sepanjang tahun.
Biarpun pada masa berdirinya dinasti Han (206 SM– 220 M), dimana sistim penanggalan diubah menjadi Khongcu Lik atau He Lik/Xia Li atau Yin Li, yang hari tahun baharunya ditentukan kira-kira satu– dua bulan setelah Dongzhi, namun Raja-raja tetap melakukan sembahyang besar kepada Tian disaat Dongzhi.
Rakyat jelatapun melakukan sembahyang kepada Tian dan leluhurnya, dengan sajian utama ialah ronde yang berbentuk bulat, dibuat dari tepung ketan dan diberi warna merah dan putih yang melambangkan sifat Yin dan Yang, dan diberi kuah jahe manis. Disajikan tiga mangkok ronde, tiap mangkok diisi 12 ronde merah dan putih dan diberi sebuah ronde merah besar yang melambangkan berkat yang diterima sepanjang tahun. Sembahyang Dongzhi ini dilakukan pada saat dini hari jam 03.00 s/d 05.00 di rumah masing-masing untuk sembahyang kepada leluhur dan di lithang. Sebagai sajian khusus sembahyang Dongzhi ditambahkan 3 mangkok ronde selain sajian seperti biasanya. Masing-masing isinya 12 ronde kecil warna merah dan putih dan satu ronde besar warna merah.
Bagi umat Khonghucu, hari Dongzhi mempunyai makna suci khusus, disebut hari Bok Tok/Mu Duo atau hari Genta Rohani. Saat itu Nabi Kongzi berusia 56 Tahun, beliau memutuskan meninggalkan Negeri Lu. tanah tumpah darah yang dicintainya, meninggalkan kedudukan yang mulia, meninggalkan segala yang dimilikinya, karena rajamuda Lu sudah ingkar dari jalan suci. Dan mulai mengembara dari satu negeri ke lain negeri selama kira-kira 13 tahun untuk menebarkan agama Khonghucu. Beliau meninggalkan negeri Lu, untuk menjadi Mu Duo atau Genta Rohani yang memberikan Firman Tuhan bagi hidup insani. Nabi Kongzi bukan pembawa Mu Duo Raja, tetapi Mu Duo Tuhan yang Maha Esa bagi segenap manusia.
Dalam pengembaraannya ketika Nabi melewati tapal batas negeri Yi, penjaga tapal batas negeri Yi yang ternyata adalah seorang suci dan bijaksana yang menyembunyikan diri, ingin bertemu dengan Nabi dan berkata; “Setiap ada seorang Junzi yang lewat disini, aku tidak pernah tidak menemuinya.” Oleh para murid ia disilakan menemui Nabi. Setelah keluar ia berkata: “Saudara-saudaraku, mengapa kalian nampak bermuram durja karena kehilangan kedudukan? Sudah lama dunia ingkar dari Jalan Suci, kini Tian menjadikan Guru selaku Mu Duo.” Lun Yu III : 24.
Pada saat sembahyang Dongzhi ini umat Khonghucu memperingati tiga peristiwa penting yaitu sembahyang Dongzhi itu sendiri, juga untuk memperingati Hari Genta Rohani/Mu Duo yang mengingatkan saat Nabi Kongzi memulai pengembaraanNya untuk menyebarkan Agama Khonghucu disamping itu juga memperingati hari Wafat Rasul Bingcu/ Mengzi.
Oleh Makin Pak Kik Bio
Sumber : Pontianak Pos
^.^
Moshi Moshi.. thanks for checking my blog.. so please your comment in my blog..
Wednesday, December 22, 2010
Tuesday, December 14, 2010
Endless Love "The Myth"
Jie kai wo zui shen mi de deng dai
Xing xing zhui luo feng zai chui dong
Zhong yu zai jiang ni yong ru huai zhong
Liang ke xin chan dou
Xing xing zhui luo feng zai chui dong
Zhong yu zai jiang ni yong ru huai zhong
Liang ke xin chan dou
Xiang xin wo bu bian de zhen xin
Quan nian deng dai you wo cheng nuo
Wu lun jing guo duo shao de han dong
Wo jue bu fang shuo
Quan nian deng dai you wo cheng nuo
Wu lun jing guo duo shao de han dong
Wo jue bu fang shuo
iye nae sonul japgo nunulkamayo
uri saranghetton nalto sengkaghepayo
uri nomu sarangheso
apossonneyo
soro saranghandan malto mottansondayo
uri saranghetton nalto sengkaghepayo
uri nomu sarangheso
apossonneyo
soro saranghandan malto mottansondayo
Mei yi ye bei xing tong chuan yue
Si nian yong mei you zhong dian
Zao xi guang le gu du xiang sui
Wo wei xiao mian dui
Si nian yong mei you zhong dian
Zao xi guang le gu du xiang sui
Wo wei xiao mian dui
Xiang xin wo ni xuan ze deng dai
Zai duo ku tong ye bu shan duo
Zhi you ni de wen rou neng jie jiu
Wu bian de leng mo
Zai duo ku tong ye bu shan duo
Zhi you ni de wen rou neng jie jiu
Wu bian de leng mo
Hisae nayeso nechago nunei kamayou
Nuri saram haeto nago same kaemayao
Nuri normu saram haeso happa saneyou
Sorou saram hadam mago moteso neyou
Rang ai cheng wei ni wo xin zhong
Nei yong yuan sheng kai de hua
Nei yong yuan sheng kai de hua
Chuan yue shi kong jue bu di tou yong bu fang qi de meng
Nuri normu saram haeso happa saneyou
Sorou saram hadam mago moteso neyou
Sorou saram hadam mago moteso neyou
Rang ai cheng wei ni wo xin zhong
Nei yong yuan sheng kai de hua
Nei yong yuan sheng kai de hua
Nuri sojoh haeto yaso yijito manayou
Wei you zhen ai zhui sui ni wo
Chuan yue wu jin shi kong
Chuan yue wu jin shi kong
Sorou saram hadam mago moteso neyou
Ai shi xin zhong wei yi bu bian mei li de shen hua
Monday, December 13, 2010
This I promise You
The visions around you
Bring tears to your eyes
And all that surrounds you
are secrets and lies
i'll be your strength, i'll give you hope
Keepin' your faith when it's cold
The one you should call
Standing here all alone
And i will take you in my arms
and hold you right where you belong
Till the day my life is through
This i promise you , this i promise you
I've loved you forever
In lifetimes before
And I promised you never
Would you hurt anymore
i give you my word, i give you my heart
This is a battle we've won
And with this vow
Forever has now begun
Just close your eyes
Each loving day
And know this feeling won't go away
Till the day my life is through
This i promise you, this i promise you
Over and over I fall
When I hear you call
Without you in my life baby
I just wouldn't be living at all...
When I hear you call
Without you in my life baby
I just wouldn't be living at all...
Monday, December 6, 2010
Belajar dari "Gajah"
Ketika teman saya sedang melewati gajah, ia tiba-tiba berhenti, bingung dengan makhluk-makhluk besar yang diikat oleh tali kecil pada kaki depan mereka. Gajah tidak dirantai dan juga tidak di kandang. udah jelas gajah bisa melepaskan diri kapan saja dari tali yang mengikat gajah tesebut. Teman saya bertanya kepelatih yang ada didekatnya, kenapa hewan-hewan besar (gajah) itu tidak berusaha melarikan diri, padahal itu adalah sangat mudah untuk gajah lakukan.
"Yah," kata pelatih gajah, " ketika gajah-gajah itu masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami mengikat gajah tersebut mengggunakan tali ukuran kecil yang pada usia saat itu cukup untuk menahan gajah tersebut. ketika gajah-gajah itu tumbuh, gajah itu dikondisikan untuk percaya bahwa gajah tersebut tidak dapat melepaskan diri dari ikatan tersebut. Gajah itu percaya bahwa tali yang kecil itu masih bisa menahan mereka, sehingga gajah-gajah tersebut tidak pernah mencoba membebaskan diri.
Teman saya kagum. Gajah ini dapat setiap saat melepaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka berdiam diri. gajah tersebut terjebak dengan apa yang mereka percayai.
Sahabat, seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani hidup tergantung pada keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kita telah tumbuh lebih dewasa, paling tidak telah bertambah usia dan pengalaman hidup. Jadi mari kita coba ulangi apa yang kita takut karenanya, bukan untuk gagal lagi, tetapi untuk menutup ketakutan dengan keberhasilan.
Gagal meyakinkan diri untuk mencoba lagi, adalah kegagalan yang sesungguhnya
Wednesday, October 6, 2010
© Keep Smile!! ©
Ada seorang pengamen anak perempuan, naik ke bis patas AC, setelah bis jalan memasuki tol ia mulai membagikan sebuah kertas yag dilipat dua, yang di pinggir kanan kirinya di lem isolatip, jadi lah kantong kertas yang bisa di isi uang, jreeng jreengg,, yang di depannya ada tuliskan gini:
"Bapak-bapak Ibu ibu sebelumnya maaf kalau kehadiran saya mengganggu, kami meminta bantuan bapak2 dan ibu untuk keperluan kami sekolah dan kebutuhan sehari-hari kami, terima kasih."
Tugas membagi bagi kan kantong kertas ke semua penumpang di bis, mulai lah anak perempuan itu mengeluarkan suaranya dengan menyanyi, yang bisa di bilang suaranya itu "cempreng".
Daaann,, di bis itu pun, ada anak laki-laki kita sebut "si C" dengan rambutnya yang menuhin muka,, (gaya gaya kangen band),, uummm,, kayaknya sich, di liat dari style nya dia anak kuliahan,, naahh si C ini tidur,,
Si pengamen ini nyanyi ceritanya sekarang udah sampe Reff dan semakin melengking tuh suaranya,, akhirnya si C ini terbangunlah dari tidur nyenyak nya di siang hari dalam bis patas AC yang bikin ngantuk sich memang,,
Sambil ngucek ngucek matanya si C ngeliatin dari mana sich asal suara yang menganggu tidur nyenyaknya itu, akhirnya si C nengok ke belakang,, dia liat ,, ternyata ada pengamen,, si C ini liat lagi liat lagi ke si pengamen yang masing nyanyi dengan suaranya tadi,, si c ini ngerasa ke ganggu sama suara melengkingnya anak yang mengamen itu,, dari mukanya bisa di liad dia BETE,,
Dari kasus ini yang bisa di tangkep siih,, yaahh,, klo mau tidur di rumah lah,, dan Jangan membesarkan Emosi di dalam diri , tapi Hadapi semuanya dengan Senyuman,, Keep Smile !! :-)
Created by: Moshi~Moshi
Saturday, October 2, 2010
Carrot, Egg and Coffee Story
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”
“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”
“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”
“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”
Source by : Click here
Tuesday, September 28, 2010
True Love Story
Wanita di dalam gambar di atas adalah Katie Kirkpatrick,dia berumur 21 tahun,sebelah kiri dia adalah tunangannya,Nick 23 tahun.Gambar tersebut diambil tidak lama pernikahan mereka yang dilaksanakan tanggal 11 januari 2005 di US.
Katie menderita kanker tahap akhir dan menghabiskan beberapa jam setiap harinya untuk terapi. Kelihatan Nick sedang menunggu Katie sehingga selesai,ini adalah salah satu sekian banyak sesi kemoterapi katie.
Dalam kesusahannya menahan sakit,kegagalan organ tubuh , Katie tetap ingin melaksanakan acara pernikahan.Gaun pengantin perlu diperkecil beberapa kali kerana Katie terus menerus kehilangan berat badannya.
Katie terpaksa menggunakan tabung oksigen dalam acara pernikahannya.pasangan yang lain di gambar atas adalah orang tua Nick,ikut bergembira melihat anak lelakinya menikahi pujaan hati,kawan sekolah menengahnya.
Katie di kursi roda dengan tabung oksigen,mendengarkan sebuah lagu dari suaminya dan kawannya. Katie meninggal 5 hari kemudian setelah pernikahannya.Melihat seorang wanita yang sakit dan lemah melaksanakan pernikahan dengan sebuah senyuman di wajahnya membuat kita berfikir,kebahagiaan boleh dicapai tidak peduli apakah bisa bertahan berapa lama. Kita tidak seharusnya membuat hidup kita menjadi lebih rumit.
PAPA ooh PAPA
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan PapaKetika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Tuhan tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…
Terimakasih dah baca sampai abizzz,, cerita ini di DEDIKASIKAN untuk semua AYAH di muka bumi ini,, LOVE You DAD,
Monday, September 27, 2010
START
haii ^^,, xie xie sudah melongok blog ku,, silahkan melihat lihat,, ~~ semoga berkenan di hati, haha,,
dan kembali lagii,, ^.^~ ~ ~ ~ ~
Subscribe to:
Comments (Atom)























